Tahun ini Kementrian Pertanian menyediakan 4.000
hektar lahan pertanian baru untuk budidaya minapadi. Sejauh ini teknologi minapadi baru berkembang satu persen dari luas lahan pertanian yang ada
di Indonesia. Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI E Herman Khaeron
mengatakan minapadi merupakan teknologi tepat guna dalam rangka
optimalisasi lahan sawah irigasi untuk peningkatan pendapatan petani.
Sistem minapadi merupakan cara pemeliharaan ikan di sela-sela tanaman
padi. "Minapadi sudah berkembang sejak lama, sebagai sistem untuk meningkatkan
pendapatan para petani. Dengan cara ini ada pendapatan lain, masyarakat
tidak hanya memanen padi tapi juga ikan, namun teknologi ini masih
terbatas, baru di wilayah tertentu saja," tuturnya seusai acara Workshop
Pengembangan Minapadi bagi Penyuluh Pertanian dan Perikanan Badan
Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian di Balai Besar Pelatihan
Pertanian (BBPP) Lembang, Kamis (16/3/2017).
Teknologi minapadi ini memiliki keunggulan dengan peningkatan produksi padi mencapai 10-20 persen atau sekitar 7-8 ton per hektar per sekali panen. Salain itu sistem ini saling menguntungkan karena karena efisiensi penggunaan pakan mencapai 50-10 persen. "Ikan dapat membantu pengendalian hama padi sedangkan kotoran ikan dapat menjadi pupuk bagi padi dan memperbaiki struktur tanah dengan efisiensi pemanfaatan lahan 80 persen dan bibit padi 20 persen," ujarnya. Diakui Herman teknologi minapadi ini belum berkembang secara baik di Indonesia karena semakin sempitnya lahan pertanian sehingga sektor pertanian belum mampu meningkatkan kesejahteraan para petani karena kebutuhan perekonomian belum bisa terpenuhi oleh produk pertanian. Dari 8 juta lahan sawah dan potensi mina padi sekitar 4,9 persen dan yang termanfaatkan baru mencapai kurang dari satu persen dari luas lahan pertaniaan yang ada di Indonesia.
"Tahun ini ada 4.000 hektar tambahan di luar lahan yang sudah ada full paket dan di Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) ada 240 paket semoga menjadi motivasi baru bagi pelaku-palaku usaha di sektor pertanian dan perikanan untuk melakukan kombinasi usaha di dua sektor tersebut," tutur dia. Dikatakan Herman 4.000 hektar lahan baru tersebut akan tersebar di seluruh wilayah pertanian di Indonesia dengan syarat kemampuan air di wilayah tersebut cukup, karena teknologi minapadi ini membutuhkan teknis irigasi yang baik. Menurut Herman, kendala budidaya minapadi terdapat pada pengelolaan air yang masih terbatas. Selain itu Kementrian Pertanian selama ini baru fokus pada peningkatan produksi pajale (padi, jagung dan kedele) belum pada pengembangan peningkatan pendapatan petani.
Berdasarkan data Kementrian Pertanian percontohan budidaya minapadi sudah dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia di antaranya di 2015 di Provinsi DI Yogyakarta dan Sumatera Barat. Di 2016 terdapat 9 provinsi dengan 12 kabupaten/kota serta di 2017 di beberapa kabupaten dan kota seperti Tanjung Jabung Barat, Pasaman Barat, Aceh Besar, Sukabumi, Pangandaran, Temanggung, Surakarta, dan Banjarnegara.
Teknologi minapadi ini memiliki keunggulan dengan peningkatan produksi padi mencapai 10-20 persen atau sekitar 7-8 ton per hektar per sekali panen. Salain itu sistem ini saling menguntungkan karena karena efisiensi penggunaan pakan mencapai 50-10 persen. "Ikan dapat membantu pengendalian hama padi sedangkan kotoran ikan dapat menjadi pupuk bagi padi dan memperbaiki struktur tanah dengan efisiensi pemanfaatan lahan 80 persen dan bibit padi 20 persen," ujarnya. Diakui Herman teknologi minapadi ini belum berkembang secara baik di Indonesia karena semakin sempitnya lahan pertanian sehingga sektor pertanian belum mampu meningkatkan kesejahteraan para petani karena kebutuhan perekonomian belum bisa terpenuhi oleh produk pertanian. Dari 8 juta lahan sawah dan potensi mina padi sekitar 4,9 persen dan yang termanfaatkan baru mencapai kurang dari satu persen dari luas lahan pertaniaan yang ada di Indonesia.
"Tahun ini ada 4.000 hektar tambahan di luar lahan yang sudah ada full paket dan di Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) ada 240 paket semoga menjadi motivasi baru bagi pelaku-palaku usaha di sektor pertanian dan perikanan untuk melakukan kombinasi usaha di dua sektor tersebut," tutur dia. Dikatakan Herman 4.000 hektar lahan baru tersebut akan tersebar di seluruh wilayah pertanian di Indonesia dengan syarat kemampuan air di wilayah tersebut cukup, karena teknologi minapadi ini membutuhkan teknis irigasi yang baik. Menurut Herman, kendala budidaya minapadi terdapat pada pengelolaan air yang masih terbatas. Selain itu Kementrian Pertanian selama ini baru fokus pada peningkatan produksi pajale (padi, jagung dan kedele) belum pada pengembangan peningkatan pendapatan petani.
Berdasarkan data Kementrian Pertanian percontohan budidaya minapadi sudah dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia di antaranya di 2015 di Provinsi DI Yogyakarta dan Sumatera Barat. Di 2016 terdapat 9 provinsi dengan 12 kabupaten/kota serta di 2017 di beberapa kabupaten dan kota seperti Tanjung Jabung Barat, Pasaman Barat, Aceh Besar, Sukabumi, Pangandaran, Temanggung, Surakarta, dan Banjarnegara.
Posted
in
Berita on Mar 21, 2017
Sumber : http://bppsdmp.pertanian.go.id/blog/post/4000-hektare-lahan-pertanian-untuk-budidaya-minapadi
Nama : Yulia Novitasari
NIM : 16/394345/PN/14584
Nama : Nadila Puspa Arum Widjanarko
BalasHapusNIM : 16/394333/PN/14572
Nilai Berita
1. Timelines : berita yang disajikan masih tergolong baru karena dilakukan kurang lebih dua tahun yang lalu (2015) dan masih dikembangkan hingga sekarang.
2. Proximity : berita yang disajikan dekat dengan petani karena sistem minapadi ini juga bermanfaat dalam peningkatan produksi padi sebesar 10-20%.
3. Importance : berita yang disajikan penting bagi petani sebab berkaitan dengan efisiensi lahan pertanian, pengendalian hama, serta dapat meningkatkan produksi padi.
4. Conflict : berita yang disajikan ini juga mengandung masalah, yaitu daerah yang menggunakan sistem minapadi ini harus memiliki jumlah air yang cukup karena sistem minapadi ini membutuhkan irigasi yang baik. Selain itu, semakin menyempitnya lahan pertanian yang menyebabkan sektor pertanian tidak dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
Nilai Penyuluhan
1. Ada sumber teknologi atau ide berupa sistem minapadi yang dapat meningkatkan produksi padi sebesar 10-20%.
2. Ada sasaran, yaitu petani, agar dapat mengefektifkan lahan serta mengurangi hama secara biologis
3. Ada manfaat, berupa petani menjadi lebih mengerti bagaimana cara meningkatkan hasil produksi padi, mengurangi hama, perbaikan struktur tanah, serta pemanfaatan kotoran ikan menjadi pupuk.
4. Ada nilai pendidikan, berupa kombinasi antara pertanian dan perikanan berupa minapadi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.