Langsung ke konten utama

Kembang Kol Bisa Dijadikan Bisnis Rumahan

Jumat, 23 Agustus 2013
 Seorang petani Desa Sumomordukuh, Petani Desa Sumomordukuh, Kecamatan Plupuh, Sragen membudidayakan  kembang kol di pekarangan rumah. Foto diambil, Kamis (22/8/2013). (Fajar Tulus Widiantoro/JIBI/Solopos)
(Seorang petani Desa Sumomordukuh, Petani Desa Sumomordukuh, Kecamatan Plupuh, Sragen membudidayakan kembang kol di pekarangan rumah. Foto diambil, Kamis (22/8/2013). (Fajar Tulus Widiantoro/JIBI/Solopos)
Solopos.com, SRAGEN –– Petani Desa Sumomordukuh, Kecamatan Plupuh, Sragen melakukan uji coba membudidayakan kembang kol di pekarangan rumah. Hasil uji coba tersebut, salah satu jenis sayuran yang biasa tumbuh di daerah bersuhu dingin itu mampu tumbuh dengan baik di daerah bersuhu normal maupun panas dan cocok dijadikan sebagai bisnis rumahan.
Salah seorang petani, Sukamto mengatakan saat ini komoditas perdagangan kembang kol sangat terbuka lebar. Sayuran tersebut mempunyai nilai jual yang lumayan tinggi untuk ukuran usaha budidaya di sekitar rumah. Ia mencoba menumbuhkan tanaman sayuran itu hanya dengan menggunakan poly bag.
“Permintaan kembang kol di pasaran jelas bagus, harganya mencapai Rp9.000 sampai Rp10.000 per kilogramnya. Sekarang saja, setiap kembang kol yang tumbuh di tiap poli bag-nya itu berbobot sekitar 0,5 kg sampai 0,7 kg, atau sekitar setengah kilogram. Kalau harga dari petani kan biasanya Rp7.000/kg, jadi setiap poli bag sekiar Rp3.500,” jelasnya, Kamis (22/8/2013).
Sukamto menambahkan lama masa penanaman dari bibit sampai panen, kembang kol membutuhkan waktu sekitar 2,5 bulan. Bila setiap pekarangan rumah bisa membudidaya sekitar 500 poli bag tanaman kembang kol, hasil penennya mencapai sekitar Rp1.750.000 setiap panen.
Perawatan
Menurutnya, perawatan kembang kol dengan media poli bag sangat mudah. Berbeda dengan kembang kol yang dibudidaya di lahan pertanian karena rentan dengan hama, penyakit dan membutuhkan biaya perawatan yang terbilang tidak sedikit. Dengan poly bag, jauh lebih hemat biaya. Untuk serangan hama,  sangat minim bahkan kadang tidak ada hama yang menyerang.  Perawatannya pun cukup mudah, hanya dengan menyiram tanaman kembang kol dua kali sehari.
“Kembang kol tidak boleh kekurangan air, kuncinya hanya itu. Modal yang dibutuhkan pun terbilang murah karena media yang dibutuhkan untuk mengembangkan budidaya ini hanya plastik poly bag berukuran 35 cm x 20 cm dan tanah yang dicampur dengan kotoran kambing,” paparnya.
Perbandingan campuran antara kotoran kambing dan tanah tersebut 1 : 1. Setelah itu, campuran tersebut dimasukkan di poly bag yang bisa digunakan terus menerus untuk penanaman kembang kol kembali.
Fajar Tulus Widiantoro/JIBI/Solopos
Sumber : http://www.solopos.com/2013/08/23/budidaya-sayuran-kembang-kol-bisa-dijadikan-bisnis-rumahan-440410
Nama : Lukas Priyo Prasetiyanto
NIM    : 16/398688/PN/14659

Komentar

  1. Nilai berita:
    Timelines: Tulisan yang disampaikan bersifat basi karena disampaikan pada tahun 2013 sedangkan ini sudah tahun 2017 sehingga kurang memuat hal berita yang baru
    Proximity: Tulisan yang disampaikan dekat dengan petani dibuktikan dengan petani desa yang melakukan uji coba membudidayakan kembang kol di pekarangan rumah
    Importance: tulisan yang disampaikan mengandung informasi yang dibutuhkan petani dibuktikan dari bagian kemudahan budidaya kembang kol dan harga yang dapat bersaing
    Policy: Tulisan yang disampaikan selaras dengan kepentingan petani dibuktikan dengan adanya cara perawatan budidaya sehingga memudahkan pembaca memahami informasinya
    Prominence: Hanya disampaikan oleh sumber seorang petani bukan seseorang terkemuka sehingga bukan berita yang ramai untuk dibicarakan
    Weather: Tulisan yang disampaikan terdapat nilai berita mengenai cuaca dibuktikan dengan sayuran yang biasa tumbuh di daerah bersuhu dingin itu mampu tumbuh dengan baik di daerah bersuhu normal maupun panas

    Nilai penyuluhan:
    1. Adanya sumber ide: Pada berita yang disampaikan terdapat ide baru dimana orang orang dapat mengembangkan budidaya kembang kol karena dari segi cuaca, nilai harga yang dapat bersaing, dan cara penanaman yang mudah sehingga setiap orang dapat melakukan budidaya kembang kol dan mengambil manfaatnya
    2. Adanya sasaran: Orang orang yang diberi ide petani langsung dan sebenarnya setiap orang juga dapat melakukan karena budidaya bisa dilakukan dengan polibag di pekarangan rumah
    3. Adanya manfaat: Tulisan tersebut memberi manfaat dapat mengetahui cara perawatan kembang kol dengan budidaya pada polibag di pekarangan
    4. Adanya nilai pendidikan: ide yang ada pada artikel menarik untuk dikembangkan karena banyak nilai edukasi seperti perawatan pada polibag kembang kol sehingga dari ilmu yang ada dapat digunakan secara meluas


    Nama : Salsabila Nur A
    NIM : 16/394340/PN/14579
    Gol/ kel : A4/2

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PISANG

Salah satu kendala dalam budidaya pisang adalah serangan penyakit. Serangan yang paling umum diantaranya layu fusarium, layu bakteri dan kerdil. Layu fusarium Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum. Serangan penyakit ini cukup mematikan karena bisa menyebar dalam tempo yang singkat dengan skala luas. Begitu juga pada tanaman pisang, layu fusariun bisa menyerang daun, batang hingga akar. Penularan penyakit ini bisa dengan berbagai media seperti bibit, tanah, air, pupuk kandang atau alat-alat pertanian. Gejala awal serangan layu fusarium pada tanaman pisang berupa menguningnya daun yang diikuti kelayuan pada pelepah. Daun dan pelepah mengalami perubahan warna atau diskolorisasi. Selain daun terjadi juga perubahan warna pada bonggol. Tanaman pisang yang terserang penyakit ini biasanya akan mengalami kematian. Upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan lebih lanjut antara lain dengan membongkar dan membakar tanaman yang sakit. Kemudian tanah bekas tanaman tersebu...

4.000 Hektare Lahan Pertanian untuk Budidaya Minapadi

Tahun ini Kementrian Pertanian menyediakan 4.000 hektar lahan pertanian baru untuk budidaya minapadi. Sejauh ini teknologi minapadi baru berkembang satu persen dari luas lahan pertanian yang ada di Indonesia. Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI E Herman Khaeron mengatakan minapadi merupakan teknologi tepat guna dalam rangka optimalisasi lahan sawah irigasi untuk peningkatan pendapatan petani. Sistem minapadi merupakan cara pemeliharaan ikan di sela-sela tanaman padi. "Minapadi sudah berkembang sejak lama, sebagai sistem untuk meningkatkan pendapatan para petani. Dengan cara ini ada pendapatan lain, masyarakat tidak hanya memanen padi tapi juga ikan, namun teknologi ini masih terbatas, baru di wilayah tertentu saja," tuturnya seusai acara Workshop Pengembangan Minapadi bagi Penyuluh Pertanian dan Perikanan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kamis (16/3/2017). Tekno...

Kunjungan Kelompok Tani

Hai guys, kembali lagi di pena petani.. Jadi hari minggu kemarin tepatnya tanggal 01 Oktober 2017 kami mengunjungi kembali kelompok tani Rekomulyo di Bambang Lipuro, Bantul, DIY. Kemarin kami menjumpai Bapak Sugi dan teman temanya yang merupakan anggota kelompok tani Rekomulyo.Kami berbincang bincang mengenai regenerasi petani dan memberikan beberapa pendapat kami tentang beberapa anak muda yang kurang minat bekerja dibidang pertanian. Berikut hasil dokumentasinya.                                        Gambar 1. Kami dan beberapa anggota kelompok tani Rekomulyo                                       Gambar 2. Anggota  kemlompok tani sedang memetiki hasil panen         ...